5 Cara Mudah Menghemat Waktu Packing Barang

17 November 2025

https://cms.laksanamas.co.id/images/blog/1765632285.jpg

Proses packing barang secara manual dalam jumlah banyak memang bisa memakan waktu. Jika alurnya tidak diatur dengan baik, pekerjaan sederhana ini bisa menjadi berlarut-larut dan menghambat produktivitas. Tapi, dengan beberapa cara yang lebih strategis dan efisien, proses packing bisa dilakukan jauh lebih cepat tanpa mengurangi kualitas hasil pengepakan. Yuk, simak 5 cara mudah menghemat waktu packing barang berikut!

Urutkan batch pengiriman berdasarkan prioritas

Mengurutkan batch pengiriman berdasarkan prioritas pesanan adalah langkah penting untuk menghemat waktu. Kamu bisa memulainya dengan mengelompokkan pesanan berdasarkan batas waktu pengiriman, kemudian mendahulukan pesanan dengan tenggat waktu tercepat. Selain itu, pesanan satuan lebih baik diproses terlebih dahulu karena memakan waktu lebih sedikit dibandingkan pesanan dengan banyak item

Pengelompokan berdasarkan lokasi juga bermanfaat untuk mempercepat alur kerja dan memudahkan pengiriman karena pesanan dengan destinasi berdekatan dapat dimasukkan dalam batch yang sama. Jika ada pesanan dengan jenis produk serupa, mengemasnya dalam satu tahapan sekaligus akan mempercepat proses dan meminimalkan bolak-balik saat mengambil barang. Strategi ini membuat proses cara packing paket menjadi lebih efisien dan terstruktur.

Pastikan alat packing barang dalam jangkauan

Salah satu penyebab packing menjadi lambat adalah alat-alat yang tercecer atau sulit dijangkau. Sebelum mulai bekerja, pastikan semua alat seperti lakban, gunting, bubble wrap, kertas pengisi, tali rafia, dan stiker peringatan sudah tersedia dalam satu area. 

Menempatkan alat-alat tersebut dalam satu wadah akan memudahkanmu mengambilnya tanpa perlu mondar-mandir mencari. Persiapan sederhana ini sangat membantu menghemat waktu karena kamu bisa bekerja tanpa gangguan dan proses packing berjalan lebih lancar.

Kategorikan jenis kemasan berdasarkan ukurannya

Mengelompokkan barang berdasarkan ukuran kemasannya adalah strategi efektif untuk mempercepat proses packing barang. Barang kecil sebaiknya dikemas menggunakan kantong atau wadah kecil, kemudian dilindungi dengan lapisan bubble wrap jika barang rentan tergores. 

Barang berukuran sedang bisa dimasukkan ke dalam kotak yang ukurannya pas, ditambah pelindung di bagian sela untuk mencegah benturan. Sementara itu, barang besar membutuhkan kardus yang lebih kokoh seperti jenis single-wall atau double-wall, lengkap dengan bantalan pelindung di dalamnya agar tidak bergeser. 

Bungkus barang secara terpisah

Membungkus barang secara terpisah sering dianggap memakan waktu, tapi sebenarnya justru mempercepat proses packing barang karena jadi lebih rapi dan mudah ditata. Barang pecah belah seperti piring, gelas, atau mangkuk perlu dibungkus satu per satu dengan lapisan ekstra pada bagian yang rentan. Untuk elektronik, sebaiknya gunakan kotak asli jika tersedia, atau bungkus dengan kain lembut atau bubble wrap agar aman dari guncangan. 

Pakaian bisa dikemas dengan vacuum bag untuk menghemat ruang, atau dilipat vertikal agar lebih banyak muat dalam satu kotak. Sementara itu, perabotan besar bisa dibongkar terlebih dahulu agar lebih mudah dikemas, lalu setiap bagian dilapisi dengan plastik atau kain untuk menghindari goresan. Cara ini membuat barang tersusun lebih stabil sehingga proses memasukkannya ke dalam kotak menjadi lebih cepat dan ringkas.

Cetak label resi pada stiker

Salah satu langkah kecil yang sangat menghemat waktu adalah mencetak label resi langsung pada stiker. Dengan cara ini, kamu tidak perlu lagi memotong label dan menempelkannya secara manual menggunakan selotip. Hasil pengepakan juga menjadi lebih rapi dan terlihat profesional. 

Selain label resi, kamu juga bisa mencetak stiker peringatan seperti “fragile” langsung dari printer. Metode ini mempercepat proses dan mengurangi penggunaan selotip yang tidak perlu, sehingga waktu packing secara keseluruhan bisa diminimalkan.


Waktu packing barang akan jauh lebih efisien bila stok alat selalu terpenuhi, termasuk tali rafia yang berperan penting dalam menyegel paket. Tali rafia bisa digunakan untuk mengikat paket agar lebih kuat dan aman selama pengiriman, sekaligus menjadi pilihan ekonomis untuk berbagai kebutuhan pengepakan. Bahan ini sangat efektif untuk mengemas kardus, karton, maupun paket ekspedisi dengan cara diikat dan dikencangkan sehingga tidak mudah terlepas di perjalanan. 

Jika kamu membutuhkan tali rafia dalam jumlah besar atau ingin menjadikannya peluang bisnis, Program Partnership LMA (Laksana Mas Agung) bisa menjadi pilihan terbaik. Program ini merupakan kemitraan khusus untuk menjual kembali produk tali rafia dengan berbagai keuntungan menarik. Mitra bisa mendapatkan harga yang jauh lebih terjangkau untuk menekan biaya operasional packing.

Selain itu, harga yang lebih murah memungkinkanmu memperoleh margin keuntungan yang lebih besar saat menjualnya kembali. Ditambah lagi, tersedia gratis ongkir untuk pembelian minimal 300 kg khusus wilayah Jabodetabek, sehingga biaya logistik bisa ditekan secara optimal. Dapatkan keuntungan harga yang lebih hemat, margin yang lebih besar, dan kemudahan pengiriman melalui kemitraan resmi ini. Yuk, daftar sekarang untuk menjadi mitra LMA!