5 Contoh Seni Tradisional Indonesia yang Gunakan Tali Rafia

17 Oktober 2025

https://cms.laksanamas.co.id/images/blog/1762683596.png

Indonesia punya beragam seni tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya tiap daerah. Menariknya, beberapa di antaranya memanfaatkan tali rafia sebagai bahan penting dalam proses pembuatannya, lho. Hal ini membuktikan bahwa bahan sederhana seperti tali rafia bisa menjadi bagian dari karya seni bernilai tinggi sekaligus membantu melestarikan warisan budaya. Yuk, simak lima contoh kesenian tradisional Indonesia yang menggunakan tali rafia berikut!

1. Can-Macanan Kadduk

Can-Macanan Kadduk adalah salah satu seni tradisional Indonesia yang unik karena menggunakan tali rafia sebagai bahan utama dalam pembuatannya. “Can-Macanan” berarti harimau gadungan, sedangkan “Kadduk” berarti karung. Kesenian ini menampilkan boneka macan besar dari karung goni yang disulam dan dianyam menggunakan tali rafia untuk membentuk tubuhnya.

Dalam pertunjukannya, penari akan masuk ke dalam boneka macan tersebut dan menampilkan gerakan yang gagah. Kepala boneka biasanya terbuat dari kayu dan dilapisi cat minyak, sementara bagian tubuhnya diperkuat dengan rajutan tali rafia.

2. Tari Sajojo

Tari Sajojo merupakan kesenian tradisional Indonesia dari Papua yang terkenal dengan gerakannya yang energik dan penuh semangat. Dalam tarian ini, tali rafia dipakai sebagai bahan pembuat gelang dan rok rumbai-rumbai yang menjadi ciri khas kostum penari.

Tali rafia dipilih karena warnanya yang cerah dan mudah dibentuk menyerupai bahan alami seperti ijuk atau daun sagu. Kombinasi warna tali rafia bikin tampilan kostum menjadi lebih menarik dan ceria, sejalan dengan makna tarian Sajojo yang menggambarkan semangat kebersamaan dan kegembiraan masyarakat Papua.

3. Jaran Bodhag

Jaran Bodhag adalah adaptasi dari kesenian Jaran Kencak, diciptakan oleh masyarakat kurang mampu yang ingin meniru kesenian berkuda tanpa menggunakan kuda asli. Kesenian ini menggunakan tiruan kuda yang dibuat dari bahan sederhana seperti kayu, rotan, dan wadah nasi tradisional (bodhag).

Dalam prosesnya, tali rafia digunakan untuk mengikat sesajen serta mempercantik aksesoris pada kuda tiruan. Meskipun bukan bahan utama, tali rafia berperan penting dalam menambah elemen visual dan simbolik pada pertunjukan. Jaran Bodhag kini diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dan menjadi simbol kreativitas masyarakat Pandhalungan.

4. Sisingaan

Sisingaan adalah seni tradisional khas Subang yang menampilkan boneka singa besar diusung di atas tandu oleh beberapa orang. Dalam pembuatan tandu atau boneka singa, tali rafia digunakan untuk mengikat dan memperkuat bagian-bagian dari bambu, kayu, atau rotan.

Selain itu, tali rafia juga digunakan untuk menempelkan ornamen kain dan hiasan agar tidak mudah lepas selama pertunjukan berlangsung. Karena sifatnya fleksibel dan kuat, tali rafia menjadi bahan tambahan yang efisien untuk memperkokoh struktur dan menjaga tampilan tetap rapi selama pawai berlangsung.

5. Reog Ponorogo

Dalam kesenian Reog Ponorogo, salah satu properti penting yang digunakan penari adalah pecut bopo atau cambuk penari Reog. Biasanya, cambuk ini dibuat dari kulit atau rotan, namun beberapa perajin modern memanfaatkan tali rafia sebagai bahan alternatif.

Tali rafia digunakan untuk membuat bagian tali cambuk agar lebih ringan namun tetap kuat. Penggunaan bahan ini juga memudahkan perajin dalam membuat pecut dengan warna-warna cerah untuk memperindah penampilan penari di atas panggung.


Tertarik membuat properti kesenian tradisional Indonesia seperti Can-Macanan Kadduk, Tari Sajojo, atau Sisingaan untuk acara sekolah, festival, atau pementasan budaya? Laksana Mas Agung (LMA) menawarkan berbagai pilihan tali rafia warna-warni yang kokoh dan serbaguna untuk kebutuhan kerajinan tangan maupun seni tradisional.

Produk tali rafia dari LMA tersedia dalam banyak pilihan warna menarik, mulai dari merah, kuning, hijau, biru, ungu, hingga oranye, yang bisa disesuaikan dengan tema acara atau karakter kesenian yang ingin dibuat. Tali rafia LMA juga dikenal berkualitas tinggi, kuat, dan tahan lama, menjadikannya ideal untuk membuat properti tari, dekorasi, hingga ornamen panggung.

Selain beragam warna, LMA menyediakan berbagai ukuran kemasan, mulai dari gulungan kecil 5 ons hingga roll besar 10 kg, sesuai kebutuhan produksi kamu. Untuk tampilan yang lebih mengilap, tersedia juga varian “Tali Super” dengan efek glossy yang menambah kesan cerah dan menarik pada hasil kerajinan. Yuk, wujudkan ide kreatifmu dalam karya seni tradisional yang memukau dengan tali rafia Laksana Mas Agung!