Cara Memilah Sampah agar Tidak Mencemari Lingkungan

22 September 2022

https://cms.laksanamas.co.id/images/blog/1666954217.jpg

Kamu sebaiknya mulai memilah sampah, mengapa? Sampah tidak hanya mencemari sungai dan menghambat proses air tanah, tapi juga mencemari tanah dan merusaknya. Untuk mengendalikan polusi, melestarikan sumber daya alam, dan mengendalikan penyebaran penyakit, coba terapkan cara memilah sampah agar tidak mencemari lingkungan berikut ini!

1. Memilah sampah organik

Semua bahan yang asalnya dari tumbuhan atau hewan dan dapat terurai secara alami disebut sampah organik. Contoh sampah organik antara lain:

     Makanan sisa.

     Bubuk kopi, kulit telur, dan produk sampingan makanan lainnya.

     Daun jatuh, cabang pohon, dan puing-puing lansekap lainnya.

     Bunga potong.

     Makanan hewan.

     Kotoran ternak.

Sampah organik yang dibuang ke TPA akan mengalami dekomposisi anaerobik karena kekurangan oksigen dan menghasilkan metana. Metana adalah gas rumah kaca yang 25 kali lebih kuat daripada karbon dioksida sehingga sangat berbahaya jika dilepaskan ke atmosfer.

Dua cara paling umum untuk mengolah sampah organik adalah pengomposan dan pencernaan anaerobik. Pengomposan adalah proses yang lebih sederhana dan lebih murah. Contohnya adalah menggunakan sampah organik seperti daun atau tangkai dari sayuran hijau, nasi, buah-buahan, ampas kelapa, dan sejenisnya untuk diproses kembali menjadi pupuk kompos.

2. Pisahkan sampah anorganik

Berbeda dengan sampah organik, sampah anorganik merupakan jenis sampah yang berasal dari bahan-bahan yang cenderung berbahaya dan sulit terurai secara biologis. Beberapa contoh sampah anorganik adalah kaleng aluminium, sendok, plastik, dan kaca.

Proses penghancuran sampah anorganik membutuhkan penanganan di tempat khusus. Jadi, kalau kamu punya sampah anorganik di rumah, usahakan untuk segera buang ke tong sampah khusus sampah jenis anorganik agar nantinya dapat didaur ulang kembali.

Bukan dimanfaatkan sebagai pupuk, sampah anorganik hanya dapat didaur ulang sebagai beberapa jenis barang yang bisa digunakan kembali, misalnya kerajinan tangan. Kamu juga dapat menyumbangkan sampah anorganik seperti koran, kardus, kantong plastik, atau karton ke pemulung agar dapat dijual kembali atau di daur ulang untuk kebutuhan mereka.

3. Tangani sampah B3 dengan hati-hati

Sampah B3 merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun. Jenis sampah ini memiliki sifat yang paling berbahaya karena terdiri dari bahan-bahan berbahaya dan beracun yang umumnya hasil limbah pabrik, rumah sakit, dan lain-lain.

Pengelolaan limbah B3 meliputi serangkaian kegiatan seperti penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan limbah B3 dan pembuangan. Ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk mengolah sampah B3, yaitu:

     Metode kimia - Mengubah limbah berbahaya menjadi gas tidak beracun dengan cara memodifikasi sifat kimianya.

     Metode termal - Penggunaan peralatan khusus untuk pembakaran limbah padat, cair, atau lumpur (namun dikhawatirkan dapat menyebabkan polusi udara)

     Metode biologis - Umum dipakai untuk pengolahan limbah organik seperti yang berasal dari industri perminyakan. Contoh metode biologis adalah budidaya tanah.

       Metode fisik - Memanipulasi bentuk molekul limbah, memadatkan atau mengurangi volume limbah lewat proses evaporasi, flotasi, sedimentasi, dan filtrasi.

4. Menerapkan 4R

Cara memilah sampah selanjutnya adalah dengan menerapkan prinsip 4R. Nah, 4R sendiri adalah singkatan dari Reduce, Reuse, Recycle, dan Recover. Berikut penjelasan untuk masing-masing cara:

1. Reduce - Reduce mencakup semua kegiatan yang mengurangi timbulnya limbah padat ke lingkungan. Contoh penerapan reduce yang paling sederhana adalah memilih peralatan rumah tangga yang berkualitas sehingga bisa awet dipakai..

2. Reuse - Reuse adalah penggunaan kembali suatu produk. Kamu bisa mulai reuse dari barang-barang yang sudah terpakai. Misalnya, memakai wadah bekas es krim untuk menyimpan aksesoris atau bisa juga dengan menyumbangkan pakaian yang tidak dipakai ke panti asuhan.

3. Recycle - Pemanfaatan sampah dengan memodifikasinya menjadi bentuk lain disebut recycle. Misalnya, mengumpulkan sampah koran bekas untuk kemudian dicetak dan dijadikan wadah tisu.

4. Recover - Sebenarnya, kebanyakan bahan yang dibuang masih bisa dimanfaatkan untuk diproses menjadi bahan yang bermanfaat. Proses tersebut dinamakan recover. Contoh aplikasi recover adalah pembuatan biomassa dari proses pengolahan sampah. Kamu bisa menyetorkan sampah ke layanan pengolahan untuk proses recover ini.

5. Perbanyak penggunaan produk ramah lingkungan

Untuk tidak mencemari lingkungan, sebaiknya perbanyak penggunaan produk ramah lingkungan. Salah satunya seperti produk tali rafia Laksana Mas Agung yang sudah go green sehingga tidak membahayakan lingkungan. Kamu bisa pakai tali rafia Laksana Mas Agung yang terbuat dari bahan-bahan yang aman untuk berbagai keperluan sehari-hari.

 

Nah, itu dia cara memilah sampah agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Yuk, bantu jaga lingkungan agar tetap sehat dengan menggunakan produk go green yang tahan lama seperti tali rafia dari Laksana Mas Agung. Kamu bisa klik di sini untuk dapatkan informasi lebih lanjut mengenai berbagai produk tali rafia Laksana Mas Agung!