Mau Membuka Toko Kelontong? Cari Tahu Modal Toko Kelontong di Sini!

15 Maret 2023

https://cms.laksanamas.co.id/images/blog/1678873183.jpg

Jika kamu ingin memulai bisnis dengan modal kecil, ada banyak jenis usaha yang bisa dipilih. Salah satunya adalah dengan membuka toko kelontong. Nah, toko kelontong adalah jenis toko yang menjual kebutuhan sehari-hari. Untuk kamu yang tertarik, tentu saja perlu mempersiapkan modal yang cukup. Kira-kira, berapakah dana yang perlu disiapkan untuk modal toko kelontong?


Baca Juga: Kenalan dengan Toko Kelontong, Ide Bisnis yang Menguntungkan

Simulasi Perhitungan Modal Toko Kelontong

Toko kelontong bisa menjadi peluang usaha yang menguntungkan. Sebab, barang yang dijual selalu ada peminatnya. Setiap saat, pasti ada konsumen yang mencari kebutuhan sehari-hari, seperti beras, minyak goreng, hingga perlengkapan mandi. Buat kamu yang tertarik memulai toko kelontong, berikut rincian dana yang dibutuhkan untuk modal usaha.

1. Modal tempat usaha

Salah satu pengeluaran terbesar saat memulai toko kelontong adalah untuk tempat usaha. Kamu bisa memilih sewa tempat atau membeli lapak di pasar. Alternatif lainnya adalah dengan merenovasi ruangan yang sudah tersedia di rumah. Misalnya, mengubah area garasi atau halaman depan menjadi toko. Cara ini bisa menghemat pengeluaranmu untuk tempat usaha.

Untuk renovasi ruangan menjadi toko kelontong berukuran 2x2 meter, kemungkinan kamu perlu dana sekitar Rp8 juta. Angka ini bisa ditekan jika kamu tidak perlu mengubah terlalu banyak hal.

2. Modal biaya operasional

Selain tempat usaha, kamu juga perlu memikirkan soal biaya operasional. Ini mencakup biaya listrik yang dibutuhkan agar kegiatan usahamu tetap berjalan. Sebuah toko kelontong dengan dua buah lampu bohlam sebagai penerangan, serta kulkas untuk menyimpan barang dagangan, kemungkinan akan memakan listrik sekitar Rp200-300 ribu. Sebaiknya, pengeluaran untuk listrik toko dan rumah dipisah agar penghitungan biaya lebih mudah.

Kamu juga perlu mengeluarkan dana untuk perawatan toko agar tetap bersih dan menarik di mata pelanggan. Untuk satu bulan, kamu mungkin butuh dana sekitar Rp50.000. Di samping itu, jangan lupa menyiapkan dana darurat sekitar Rp200 ribu.

3. Modal peralatan wajib

Sekarang waktunya memikirkan soal peralatan wajib. Untuk menjalankan sebuah toko kelontong, kamu perlu menyiapkan beberapa peralatan, seperti rak barang, etalase, timbangan, hingga kalkulator. Untuk sebuah toko yang baru dimulai, kamu mungkin tidak memerlukan semua peralatan tersebut, jadi tidak ada salahnya mencicil alat dari waktu ke waktu.

Pengeluaran untuk peralatan toko kelontong ini kemungkinan menghabiskan dana sekitar Rp2 juta dengan rincian sebagai berikut:

Rak barang dan etalase           :          Rp1.500.000

Kalkulator dan timbangan     :          Rp500.000 +

Total pengeluaran                     :          Rp2.000.000

4. Modal barang dagangan

Usaha toko kelontong tidak mungkin berjalan tanpa barang dagangan. Untuk itu, kamu juga perlu memperhitungkan dana yang harus dikeluarkan untuk membeli barang dagangan.

Agar pengeluaran tidak membengkak, cari tahu dulu barang apa saja yang paling banyak dicari oleh konsumen di sekitarmu. Untuk permulaan, kamu bisa mulai dengan jumlah barang yang tidak terlalu banyak. Jadi, kualitas barang pun tetap terjaga. Setelah itu, jangan lupa mencatat barang apa saja yang tinggi peminatnya sehingga penjualan di masa mendatang tetap terjaga.

Pengeluaran untuk barang dagangan ini setidaknya membutuhkan dana sekitar Rp5 juta. Angka ini bisa bertambah atau justru berkurang, sesuai kebutuhan tokomu. Katakanlah kamu memiliki modal Rp20 juta, maka masih tersisa dana sekitar Rp 10 juta yang bisa dibelanjakan untuk barang dagangan. Jika modal yang tersisa berlebih, sebaiknya belilah barang dagangan secara grosir. Sebab, pembelian grosir biasanya dikenakan biaya yang lebih terjangkau daripada pembelian eceran.

Perkiraan Keuntungan dan Balik Modal

Sekarang waktunya menghitung untung dan balik modal toko kelontong. Untuk sebuah toko kelontong modal 20 juta, bisa diperoleh perhitungan sebagai berikut:

Renovasi tempat usaha           : Rp8.000.000

Biaya operasional                     : Rp450.000

Peralatan toko                            : Rp2.000.000

Barang dagangan                      : Rp9.550.000 +

Total pengeluaran                     : Rp20.000.000

Jika kemudian setelah usaha berjalan kamu mendapat keuntungan total (profit margin) 10% untuk satu kali perputaran modal (dalam seminggu), maka perhitungan keuntungan toko dalam waktu satu bulan adalah sebagai berikut:

Profit margin = Modal awal x 10% x Jumlah perputaran modal

                           = 20.000.000 x 10% x 4

= Rp8.000.000

Laba bersih   = Profit margin – Biaya operasional

                           = Rp8.000.000 – Rp450.000

                           = Rp7.550.000

Jadi, kemungkinan laba bersih yang akan didapat dari toko kelontong modal 20 juta adalah Rp7.550.000 (profit margin setelah dikurangi biaya operasional).


Baca Juga: Ingin Buka Toko Kelontong Kecil-kecilan? Simak 7 Tipsnya di Sini!


Bagaimana, dari perhitungan modal toko kelontong di atas, apakah kamu tertarik untuk memulai bisnis ini? Dengan modal yang terjangkau, usaha toko kelontong bisa mendatangkan keuntungan yang menjanjikan, lho!

Jika sudah mantap untuk buka usaha sendiri, jangan lupa lengkapi tokomu dengan tali rafia dari Laksana Mas Agung. Dengan kualitas yang terjamin, tali rafia Laksana Mas Agung siap mendukung kegiatan usahamu. Kamu juga bisa mendapatkan harga khusus reseller, cari tahu caranya di halaman partnership ini!